Jumat, 06 Desember 2013

SEJARAH DEMOKRASI DESA

Demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.Ini merupakan hal baru yang ada di Indonesia yang merupakan ikutan dari NKRI yang telah merdeka. Kerajaan-kerajaan pra Indonesia merupakan kerajaan yang feudal yang dikuasai oleh raja-raja autocrat. Dalam kurun feudal ini melahirkan demokrasi yang terkecil yaitu Demokrasi desa seperti desa di Jawa Subar, Bali dsg.

            Seperti yang pernah dikatakan Tan Malaka, paham ini telah lama ada di bumi Nusantara kita ini sejak abad 14 sampai 16 yaitu kekuasaan raja tunduk terhadap keadilan atau kepatutan.Dalam istilahnya “rakyat ber-raja pada penghulu, penghulu ber-raja pada mufakat, dan mufakat ber-raja pada alur dan patut”.Dengan demikian raja sejati pada kultur minangkabau ada pada alur (logika) dan patut(keadilan).maka apapun keputusan dari raja akan di tolak bila bertentangan dengan alur akal sehat dan keadilan(Tan Malaka).
            Dalam analisis Hatta, demokrasi di bawah kurun feudal ini masih bertahan karena di sebagian tempat di Nusantara, tanah sebagai factor utama produksi di kuasai oleh rakyat atau masyarakat desa tersebut, oleh karena itu hasrat tiap orang untuk memanfaatkan lahan harus berdasarkan persetujuan bersama. Hal ini membawa masyarakat untuk bersifat gotong royong dalam setiap pemanfaatan atas tanah dan hal ini berdampak pada kegiatan lain yaitu dalam hal mendirikan rumah. Adat seperti ini membawa masyarakat untuk bersifat musyawarah untuk mufakat. Tradisi ini kemudian menciptakan institusi rapat pada tempat tertentu dan mewajibkan orang desa yang menjadi warga asli berhak hadir dalam rapat itu.Hatta menambah analisis lagi yaitu hak masyarakat untuk melakukan protes terhadap peraturan raja yang bertentangan dengan  asas keadilan dan hak untuk keluar dari daerah tersebut jika tidak senang untuk tinggal disana lagi. Dan dalam melakukan protes masyarakat hanya bergerombol sebagai tanda demonstrasi yang damai.Dari analisis ini menjadi bahan dasar para pendiri bangsa untuk membuat demokrasi Indonesia yang modern.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar