Pokok
haluan dan moralitas kebangsaan dan
kenegaraan menurut pancasila
![]() |
| Add caption |
Indonesia bukanlah Negara ekstrem yang memisah agama
dan Negara, sekaligus menyudutkan agama, melainkan Negara menurt pancasila
diharapkan dapat melindungi dan mengembangkan kehidupan beragama, sementara
agama diharapkan dapat memainkan peran
public guna penguatan eika social. Akan tetapi Indonesia bukanlah Negara agama
yang kemungkinan terjadi dikte agama dan harus mengembangkan politiknya sendiri
secara indpenden dari dikte agama.dalam teori ini peran agama tidak perlu
dipisahkan, melainkan dibedakan, dengan syrat keduaya memiliki otoritas
masing-masing.
Kedua
nilai-nilai
kemanusian universal yang bersumber dari hokum tuhan, hokum alam,dan sifat
social manusia dianggap penting sebagai fundamen etika politik kehidupan dalam
pergaulan dunia. Prinsip kebangsaan yang luas yang mengarah pda pergaulan dunia
melalui internalisasi dan eksternalisasi. Keluar bangsa Indonesia menggunakan segenap
khasanahnya yang bebas aktif “ikut melaksanakan ketertiban duniayang berdasakan
kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan social. Kedalam bangsa
Indonesiamgakui dan memuliakan hak-hak
warga negaranya(27ayt2, 29ayt1 30ayt1 28ayt2).landasan etik sbg prasyrat
persaudaraan universal ini adlah adil dan beradap.
Ketiga
Indonesia adalah Negara persatuan yang
mengatasi berbagai golongan tertentu dalam konsepsi kebinekaan tunggal eka.
Dalam khasanah tentang teori kebangsaan Indonesia menyerupai perspektif etnosimbolis, yang
memadukan antara perspektif modernis
yang menekankan kebaruan kebangsaan dengan perspektif primordialis yang melihat
kelangsungan unsur budaya lama.
Keempat
menurut
alam pancasila nilai ketuhanan, kemanusiaan serta cita-cita kebangsaan itu
dalam aktualisasinya harus menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam semangat
permusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan. Dalam visi demokrasi
permusyawaratan memperoleh kesejatiannya jika kebebasn berpolitik dengan
kesetaraan ekonomi, yang menghidupkan semangat persaudaraan”musyawarah
mufakat”. Dalam prisip ini Negara tidak di dikte oleh golongan mayoriti atau
minoritas elit politik, melainkan dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan yang
memuliakan daya rasional delibertif dan kearifan setiap warga Negara tanpa
pandang bulu.
Kelima
dalam
keempat sila di atas tidak dapat dikatakan sempurna tanpa mewujudkan keadilan social.

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
BalasHapusJika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.
Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi ter haluanlebih dahulu. Gratis :)