Sabtu, 07 Desember 2013

GAGASAN BUNG KARNO



Pidato soekarno 1 Juni 1945
Mengawali pidatonya pada 1 Juni 1945 Soekarno menyerukan”bahwa kita perlu mencari persetujuan, persetujuan paham.”
Kita bersama-sama mencari persatuan philosofische grondslag, mencari satu “weltanschauung”yang kita semuanya setuju. Saya katakana lagi setuju!yang sodara Yamin setuju, yang ki bagoes setujui,yang sodara sanosi setujui, sodara abikoesno, yang sodara lim koen hian setujui, singkatnya kita mencari satu modus.
Adapun lima dasar yang di kemukakan oleh bung Karno meliputi:

Pertama: Kebangsaan Indonesia.
Baik saudara-saudara kaum kebangsaan disini, maupun saudara-saudara kaum islam, semuanya telah mufakat…kita hendak mendirikan suatu bangsa”semua untuk semua”. Bukan untuk satu orang,bukan buat satu golongan bangsawaan atau kaya, tetapi”semua untuk semua.Dasar pertama, yang baik di jadikan dasar buat Negara Indonesia adalah dasar kebangsaan.
Kedua: Internasionalisme atau perikemanusiaan
Rasa kebangsaan yang dianjurkan bukanlah kebangsaan yang menyendiri, yang chauvinism. Kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia. Kita bukan saja harus mendirikan Negara merdeka tetapi kita harus menuju pula kepad kekeluargaan bangsa-bangsa.
Ketiga: Mufakat atau Demokrasi
Dasar itu ialah mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan,…kita mendirikan :semua untuk semua”,satu untuk semua”semua untuk satu”.Saya yakin, syarat mutlak untuk kuatnya suatu Negara adlah permusyawaratan, perwakilan.
Keempat: Kesejahtraan Sosial
Kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberikan hidup, yaitu politik ekonomi dan demokrasi yang mampu mendatangkan kesejahtraan social. Jikalau kita mengerti, mengingat dan mencintai rakyat maka hendaknya kita terima prinsip sociale rechtvaardighaid ini, yaitu bukan persamaan politik, tetappi pun diatas lapangan ekonomi, kita harus melakukan persamaan, artinya kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya.


Kelima: Ketuhanan yang berkebudayaan
Prinsip Indonesia merdeka adalah dengan bertakwa kepada tuhan yang maha esa….bahwa prinsip kelima dari Negara kita ialah ketuhanan yang berkebudayaan, ketuhanan yang berbudi luhur, ketuhanan yang hormat menghormati satu sama lainnya.
            Kelima prinsip ini dinamakan soekarno “panca sila” arti lima dasar yang mendirikan Negara Indonesia. Soekarno menganggap lima adalah angka keramat, karena rukun islam ada lima. Jari pun ada lima setangan.
            Sungguhpun Soekarno mengajukan lima dasar, soekarno melontarkan alternative bagi yang tidak senag dengan panca sila atau lima dasar, soekarnopun memerasnya menjadi tri sila:
Tiga dasar tersebut ialah kebangsaan dan nasionalisme yang di sebutnya sosio nasionalisme.
Mufakat dan kesejahtraan disebutnya sosio demokrasi dan yang terakhir adalah ketuhanan yang saling menghormati.
Akan tetapi, soekarnopun memerasnya menjadi satu atau eka sila yaitu”gotong royong”.
Dengan kata lain dasar dari semua sila pancasila adalah “gotong royong”.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian semua, HIDUP PANCASILA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar