Demokrasi Indonesia
“Negara Indonesia bukan Negara untuk satu orang ,
bukan untuk satu golongan kaya, tetapi kita mendirikan Negara SEMUA UNTUK
SEMUA, SATU BUAT SEMUA, SEMUA BUAT, SEMUA BUAT SATU”.
Saya yakin, bahwa syarat mutlak untuk kuatnya Negara
Indonesia ialah permusyaratan, perwakilan.
…Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan
demokrasi Barat, Tetapi permusyawaratan yang memberi hidup…(Soekarno, 1 Juni
1945)
Perspektif Historis
Dalam renungan reflektifnya berjudul “Demokrasi
Kita”, Mohammad Hatta bernubuat bahwa demokrasi tidak bias dilenyapkan dari
denyut kehidupan bangsa Indonesia. Dalam pandangannya:
Demokrasi bias tertindas sementara karena
kesalahannya sendiri, tetapi setelah ia mengalami cobaan yang pahit, ia akan
muncul kembali dengan penuh keinsafan. Berlainan daripada beberapa negeri
lainnya di Asia, Demokrasi di sini berurat berakar dalam pergaulan hidup. Sebab
itu ia tidak dapat dilenyapkan untuk selama-lamanya (Hatta, 1992:111).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar