Kamis, 05 Desember 2013

Demokrasi Indonesia



Demokrasi Indonesia

“Negara Indonesia bukan Negara untuk satu orang , bukan untuk satu golongan kaya, tetapi kita mendirikan Negara SEMUA UNTUK SEMUA, SATU BUAT SEMUA, SEMUA BUAT, SEMUA BUAT SATU”.
Saya yakin, bahwa syarat mutlak untuk kuatnya Negara Indonesia ialah permusyaratan, perwakilan.
…Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi Barat, Tetapi permusyawaratan yang memberi hidup…(Soekarno, 1 Juni 1945)


Perspektif Historis
Dalam renungan reflektifnya berjudul “Demokrasi Kita”, Mohammad Hatta bernubuat bahwa demokrasi tidak bias dilenyapkan dari denyut kehidupan bangsa Indonesia. Dalam pandangannya:
Demokrasi bias tertindas sementara karena kesalahannya sendiri, tetapi setelah ia mengalami cobaan yang pahit, ia akan muncul kembali dengan penuh keinsafan. Berlainan daripada beberapa negeri lainnya di Asia, Demokrasi di sini berurat berakar dalam pergaulan hidup. Sebab itu ia tidak dapat dilenyapkan untuk selama-lamanya (Hatta, 1992:111).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar